Tampilkan postingan dengan label Kolom Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2008

Pemerintah Kaji Harga Solar Turun Desember

Minggu, 9 November 2008 | 16:31 WIB

JAKARTA, MINGGU - Pemerintah kemungkinan menurunkan harga solar bersubsidi pada Desember 2008 jika harga minyak mentah dunia dalam bulan November terus mengalami penurunan.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Minggu mengatakan, pemerintah akan melihat perkembangan harga minyak mentah dunia dalam bulan November. "Kami pantau terus harga minyak di bulan Nopember ini yang masih tersisa 22 hari lagi. Kalau harga November ini ternyata cepat turunnya, maka akan mendorong harga di bulan Desember," katanya.

Menurut dia, selain harga minyak dunia, pemerintah juga mencermati perkembangan kurs rupiah terhadap dollar AS dan besaran subsidi BBM sebelum memutuskan menurunkan harga solar bersubsidi.

Pemerintah, lanjutnya, juga melihat perkembangan ketiga faktor tersebut selama satu bulan sebelumnya guna menentukan harga satu bulan berjalan. "Jadi, harga Desember, pakai data November dan kalau November, maka pakai data Oktober," katanya.

Purnomo juga menambahkan, sesuai perbedaan harga subsidi, jika harga minyak dunia turun, maka harga premium adalah yang pertama akan menyentuh harga internasional, selanjutnya solar dan terakhir minyak tanah.

Artinya, lanjut Purnomo, jika harga minyak terus mengalami penurunan maka pemerintah akan menurunkan harga solar dan lalu harga minyak tanah.

Pemerintah pada Kamis (6/11) mengumumkan akan menurunkan harga premium bersubsidi dari sebelumnya Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter mulai 1 Desember 2008. Harga solar dan minyak tanah bersubsidi tetap yaitu masing-masing Rp5.500 per liter dan Rp2.500 per liter.

Pemerintah akan mengevaluasi harga BBM bersubsidi tersebut setiap bulan sekali.Harga minyak dunia terus merosot dan kini sudah di kisaran 60 dollar AS per barrel.


EDJ
Sumber : Ant

Rabu, 05 November 2008

Presiden Yudhoyono Ucapkan Selamat untuk Obama

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung memberikan selamat kepada Barack Obama yang terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Bagi Indonesia, kemenangan Obama diharapkan dapat meningkatkan hubungan Indonesia-AS.

Sementara itu, riuh rendah suara langsung memenuhi ruangan di Hotel Interkontinental, Jakarta, siang tadi, saat perolehan suara Obama telah melewati angka minimal 270 suara delegasi. Di tempat ini Kedutaan Besar AS memang mengundang tamu untuk menyaksikan langsung penghitungan suara. Dan sama dengan keriuhan di tempat lain, kemenangan Obama pun disambut antusias.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Selasa, 04 November 2008

Muhammadiyah Dinilai Kurang Dewasa Tanggapi Iklan Politik PKS

"Jadi seharusnya Muhammadiyah tidak perlu memprotes iklan PKS, karena KH Ahmad Dahlan merupakan milik semua orang. Telebih lagi iklan itu diluncurkan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda yang tentunya bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai semangat Sumpah Pemuda," katanya.


Medan (ANTARA News) - Muhammadiyah dinilai kurang dewasa dalam menyikapi penggunaan gambar ulama KH Ahmad Dahlan dalam iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio MA, di Medan, Sabtu, mengatakan memang benar KH Ahmad Dahlan merupakan tokoh pendiri Muhammadiyah, tetapi bukan berarti dia hanya milik Muhammadiyah semata. KH Ahmad Dahlan sudah menjadi milik seluruh rakyat Indonesia dan sudah menjadi aset bangsa.

"Jadi seharusnya Muhammadiyah tidak perlu memprotes iklan PKS, karena KH Ahmad Dahlan merupakan milik semua orang. Telebih lagi iklan itu diluncurkan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda yang tentunya bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai semangat Sumpah Pemuda," katanya.

Menurut dia, sah-sah saja siapapun yang akan menggunakan gambar tokoh islam tersebut selama tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia, seperti digunakan untuk memojokkan seseorang ataupun kegiatan-kegiatan sosial.

Pada bagian lain, ia mengatakan, sikap protes yang ditunjukkan Muhammadiyah tidak terlepas dari kepentingan beberapa partai yang kelahirannya "dibidani" oleh beberapa tokoh Muhammadiyah.

Mereka seolah "kebakaran jenggot" karena kalah start dengan PKS yang berhasil memanfaatkan momen Sumpah Pemuda dengan menggunakan gambar KH Ahmad Dahlan maupun tokoh-tokoh bangsa lainnya dalam iklannya.

"Kita pantas memuji ide-ide yang dilakukan PKS itu. Ini merupakan salah satu kecerdasan tokoh-tokoh elit PKS yang dapat mengambil momen Sumpah Pemuda," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin, menyesalkan tindakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dianggap mendompleng gambar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dalam iklan politik.

"Tindakan itu sebenarnya tidak etis, walaupun KH Ahmad Dahlan adalah milik umat dan bangsa sebagai pahlawan nasional, tetapi dia juga adalah pendiri dan tidak bisa dilupakan dari Muhammadiyah," katanya.

Menurut dia, sebagai organisasi masyarakat besar dan tua, maka sejak 1971 Muhammadiyah menegaskan tidak mempunyai hubungan baik secara organisatoris ataupun struktural dengan partai politik manapun.

"Muhmadiyah tidak memiliki hubungan dengan parpol manapun dan warganya mempunyai kebebasan dalam memilih dan menentukan hak politik," katanya.

http://antara.co.id/arc/2008/11/1/muhammadiyah-dinilai-kurang-dewasa-tanggapi-iklan-politik-pks/

Senin, 03 November 2008

SBY: Resep Atasi Krisis, Jangan Minta Bantuan Asing


Presiden SBYBogor, Dunia saat ini sedang dilanda krisis finansial global, termasuk Indonesia. Presiden SBY mempunyai beberapa resep jitu untuk atasi krisis. Di antaranya, jangan minta bantuan asing.


Hal tersebut dia katakan saat memberikan orasi ilmiah di depan civitas akademika IPB dalam rangka Dies Natalis IPB ke-45 yang berlangsung di Graha Widya Wisuda, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/102008).

"Perkuat pendanaan dalam negeri. Jangan minta pendanaan dari luar, dangerous," ujar SBY berapi-api.

Karena menurut SBY, bantuan asing yang selama ini masuk di negara-negara yang sedang tertimpa krisis malah tidak membantu menyelesaikan krisis.

Inilah sebabnya, Indonesia sudah tidak menggunakan jasa IMF dalam membantu mengatasi krisis akibat krisis global saat ini.

"Kapital mudah datang. Tapi semudah itu pula mereka terbang," SBY menjelaskan.

Beberapa kiat lain, menurut SBY yakni, ekonomi Indonesia harus berkelanjutan, memperkuat ekonomi dalam negeri, ekonomi yang mandiri, ekonomi berdimensi kewilayahan serta adanya pasar yang efisien.

"Dulu waktu kita krisis utang kita tinggi sekali. Alhamdulillah kini tinggal di kisaran 32 persen. Ini artinya, utang kita makin sedikit," beber SBY.

SBY juga menekankan, Indonesia harusnya mandiri dalam bidang pangan dan energi. Namun lebih komplit lagi jika dibarengi dengan industri pertahanan. (kilasberita.com/amz/dtc)