Tampilkan postingan dengan label kolom berita internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolom berita internasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2009

JANJI OBAMA KEPADA DUNIA

Presiden AS ke-44 Barack Hussein Obama, dalam pidato setelah pengambilan sumpahnya oleh Hakim Agung John Roberts di Capitol Hill, menyatakan akan memimpin AS dengan tidak membuat rancu persoalan keamanan dengan prinsip-prinsip AS yang mematuhi aturan hukum dan hak asasi manusia.

“Prinsip-prinsip itu tetap meliputi dunia dan kita tidak akan menyerahkannya demi keuntungan (bisnis) semata,” kata Obama.

Obama memesankan hal itu tidak hanya pada bangsanya, namun juga kepada seluruh warga dunia, dari kota-kota besar seluruh dunia sampai desa kecil dimana ayahnya dilahirkan di Kenya.

“(Mereka) tahu bahwa Amerika adalah teman semua bangsa dan semua pria, wanita dan anak-anak yang berupaya menggapai masa depan perdamaian dan martabatanya. Kita siap memimpin dunia sekali lagi,” katanya.

Dia berujar, generasi Amerika lalu telah menghadapi bahaya fasisme dan komunisme, namun untuk menghadapi itu mereka tidak hanya menggelar rudal dan tank, namun juga dengan membangun aliansi yang kuat dan sanksi yang kekal.

“Mereka (generasi AS sebelumnya) mengerti bahwa kekuatan kami sendiri tidak dapat melindungi kami, tidak pula bisa mengantarkan kami pada apa yang kami inginkan. Sebaliknya, mereka tahu bahwa kekuatan kami berkembang lewat penggunaan kekuatan secara hati-hati; teladan dan watak rendah hati serta pengendalian diri kami,” katanya.

Dipandu oleh prinsip-prinsip itu, demikian Obama, Amerika bisa mengatasi ancaman-ancaman baru yang menuntut upaya, kerjasama dan pemahaman antar bangsa yang lebih besar.

“Kami akan mulai secara bertanggungjawab menyerahkan Irak pada rakyatnya dan menempa perdamaian yang sulit dicapai di Afghanistan. Dengan para sahabat dan mantan musuh, kami akan bekerja tanpa lelah guna mengurangi ancaman nuklir dan mengendalikan hantu planet yang memanas,” ujarnya.

Obama menandaskan, AS tidak perlu merasa bersalah atas gaya hidup atau caranya mempertahankan diri. Pesan ini ditujukan pada kekuatan manapun yang menggunakan cara-cara teror dan membantai orang-orang tak berdosa demi tujuan politiknya.

“Kami katakan padamu bahwa semangat kami lebih kuat dan tidak bisa dipatahkan, kalian tak bisa menghabisi kami dan kami akan mengalahkan kalian,” tandas Obama.

Presiden baru AS ini menyatakan, Amerika adalah bangsa kuat yang ditempa oleh pengalaman buruk semasa perang saudara dan diperkaya aneka bahasa dan budaya sehingga harusnya AS belajar menciptakan perdamaian untuk kemudian memainkan peran sebagai pembawa era baru penuh perdamaian.

“Kepada dunia Muslim kami mengupayakan jalan baru yang lebih maju berdasarkan kepentingan bersama dan saling pengertian,” kata Obama.

Sebaliknya, kepada para pemimpin dunia yang menanam konflik atau menyalahkan kemunduran bangsanya kepada Barat, Obama berkata, “ketahuilahlah rakyat anda akan menilai anda dari apa yang anda bangun, bukan dari apa yang anda hancurkan.”

Obama juga mengingatkan para penguasa yang korup sebagai kalangan yang berada di sisi gelap sejarah, namun AS siap membantu mereka jika mereka mau meninggalkan prilaku korup itu.

Dia juga menjanjikan bantuan penuh kepada negara-negara miskin dan tidak akan membiarkan kesenjangan sosial terlalu lebar serta berperan dengan bagian dunia lainnya dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Kepada bangsa-bangsa yang menikmati (kekayaan) relatif banyak seperti yang kami (AS) nikmati, kami katakan tidak boleh lagi masa bodoh terhadap nasih buruk yang terjadi di luar perbatasan kami. Kami juga tidak boleh mengkonsumsi sumber daya dunia tanpa memperhatikan dampaknya. Untuk dunia yang berubah, kita mesti berubah.” (Antara News/id/toeb), Posting 21/1/2009 (Kominfo-Newsroom).www.depkominfo.go.id.

Sabtu, 15 November 2008

Ayah Obama yang Kontroversial

Di harian Inggris The Daily Mail, edisi 27 Januari 2007, muncul sebuah tulisan berjudul ”A drunk and a bigot- what the US Presidental hopeful HASN’T said about his father...”. Tulisan ini dibuat oleh Sharon Churcher di London, Rob Crilly di Nairobi (Kenya) dan Gill Pringle di Honolulu (AS).

Dalam bukunya The Dream from My Father, Obama tak menulis lebih rinci soal ayahnya. Tak seromantis isi buku Obama, ayahnya ternyata seorang pemabuk dan poligamis. Rasa ingin tahu soal ayah Obama mencuat setelah Obama sendiri menjadi bakal calon presiden AS. Kemudian ketahuan bahwa Barack Hussein mengabaikan anak dan istrinya. Obama mengatakan hidupnya diwarnai dengan cacian rasialis. Ibunya yang kulit putih dan ayahnya yang kulit hitam membuatnya terombang-ambing dalam dua warna itu.

Kenyataannya, ibu Barack Obama menceraikan Barack Hussein setelah ketahuan bahwa Barack Hussein mempunyai istri yang ditinggalkan di Kenya. Istri pertamanya sedang mengandung anak kedua saat Barack Hussein berangkat ke AS.

Menurut harian Daily Mail, Barack Hussein menikah lagi dengan wanita ketiga, yang ditemui justru saat ia masih serumah dengan ibu Barack Obama. Seorang keponakan Barack Hussein kepada harian tersebut mengatakan bahwa poligami adalah bagian dari budaya Afrika. Tak sepenuhnya benar bahwa perceraian orangtua Barack Obama semata-mata karena perbedaan warna kulit, seperti penuturan Obama.

Barack Hussein memulai hidup dengan keberuntungan karena bisa membaca dan menulis. Namun, ia juga merasakan hidup tidak adil. Ayah dari Barack Hussein, kakek Barack Obama, adalah tukang masak keluarga Inggris di Kenya. Barack Hussein dijuluki anak di keluarga Inggris tersebut.

Sang kakek mengirim Brack Hussein ke sebuah sekolah misionaris. Akan tetapi, setelah lulus sekolah, Barack Hussein tak dapat pekerjaan dan kembali ke desa beternak kambing di Nyangoma Kogela, desa terpencil dengan jalan rusak serta berbukit-bukit di Kenya Barat.

Pada usia 18 tahun, Barack Hussein menikahi Kezia. Namun, Barack Hussein tidak lebih tertarik kepada keluarganya ketimbang politik dan ekonomi. Minat besarnya ke politik membuat para pemimpin kemerdekaan Kenya memberi perhatian.

Kemudian ia didorong mendapatkan beasiswa untuk belajar ekonomi di AS dan kembali ke Kenya setelah kemerdekaan. Pada usia 23 tahun, ia menuju Universitas di Hawaii. Keluarga mengatakan dia mata keranjang dan saat di Honolulu, merayu rekan mahasiswi berusia 18 tahun. Lahirlah Barack Junior pada Agustus 1961.

Dua tahun kemudian Obama Senior harus pindah lagi karena menerima panggilan belajar di Harvard University, Cambridge. Ia pun meninggalkan Obama dan istrinya.

Saat itu Ann menjelaskan kepada Obama bahwa ayahnya harus pergi dan hidup terpisah. Beasiswa tidak mencukupi jika mereka ikut, tetapi bukan uang yang dikhawatiran. Obama Junior mengatakan, rasisme dari dua keluarga merusak perkawinan ayah dan ibunya. Di dalam bukunya, Obama mengatakan ibunya, Ann, yang dipanggil Tut, tidak menginginkan menantu kulit hitam, sementara kakek Obama di Kenya tidak menginginkan menantu kulit putih.

Nyatanya Ann menceraikan suaminya setelah ketahuan sudah menikah. Ann kemudian menikah lagi dengan pria Indonesia, Lolo Soetoro, yang kini sudah almarhum. Obama pun bercerita mengapa Obama pernah tinggal di Jakarta.

Ayah Obama kembali ke Kenya dan bertemu keluarga dengan dua anak. Ia kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintah di pemerintahan Presiden Jomo Kenyatta. Obama Senior kemudian menikah ketiga kalinya sebelum berangkat ke Kenya. Dengan gaji yang besar, mobil mewah, istri ketiganya bernama Ruth, seorang guru kulit putih kelahiran AS, turut bersamanya ke Kenya. Ruth dikenal Obama Senior di Harvard dan menikah justru di saat Obama Senior masih terikat pernikahan dengan Kezia dan Ann. Dia juga sudah punya anak dengan Ruth.

Ruth akhirnya meninggalkan Obama Senior setelah berkali-kali mabuk yang selalu membuatnya berang dan memukuli Ruth secara brutal. Kebiasaan mabuk membuat Obama Senior akhirnya kehilangan dua kaki karena tabrakan saat mabuk dan pekerjaannya pun lenyap. Obama Senior menikah lagi dengan wanita lain dan punya anak satu lagi dan sering kembali ke rumah sembari mabuk.

Obama Senior hendak menikahi wanita ini, ketika ia mengalami kecelakaan mobil dan meninggal pada tahun 1982. Saat ini Barack Obama berusia 21 tahun. Said Hussein Obama (40), sepupu Obama, mengatakan kepada The Mail, ”Jelas, Barack Obama sangat terharu setelah mengetahui kisah ayahnya.”

”Kami meyakinkan Barack bahwa ayahnya adalah seorang yang baik namun saat itu ia sulit mencocokkan hal itu dengan kebiasaan mabuk dan perkawinan poligami,” kata Said.

”Ayahnya adalah manusia biasa dan tidak bisa diharapkan menjadi sempurna 100 persen. Sepupu saya (Obama) bingung ketika bertemu saudara-saudari dari empat ibu berbeda. Namun, sama seperti Afrika yang merasa aneh dengan kebiasaan Amerika, demikian pula Amerika bingung melihat kebiasaan Afrika,” kata Said.

Jauh dari teladan

Jauh dari figur teladan, Obama merasakan keanehan. Namun, di dalam bukunya Barack Obama menuliskan hal-hal baik soal Obama Senior. Misalnya, ia mengatakan bahwa ayahnya kehilangan pekerjaan setelah bergabung dengan kampanye menentang korupsi.

Salah satu rekan Obama Senior, yang juga sama-sama sering mabuk, Philip Ochieng Ochieng, mengatakan, kejatuhan Obama Senior adalah akibat kebiasaan buruknya. Rekan Obama Senior ini seorang penulis.

”Meski menyenangkan, murah hati dan pintar luar biasa, Obama Senior juga suka mendikte, kejam. Ia kecanduan minuman beralkohol, jatuh karena kebiasaan pulang ke rumah sembari mabuk setiap malam. Karakter buruk menunjukkan kelemahan dan menyebabkannya kehilangan pekerjaan, jatuh miskin dan semua ini makin mengacaukan kepribadiannya,” kata Ochieng.

Ochieng mengenang, setelah duduk sembari minum semalaman dengan menenggak minuman beralkohol di Hotel Stanley, terkenal di Nairobi, Obama Senior berang setiap kali Ruth bertanya dari mana saja dia semalaman.

Ochieng mengenang ucapannya kepada kerabat dekatnya itu. ”Kamu membawa jauh-jauh seorang wanita dan kamu mengacaukan hidupnya. Ini bukan cara kita.” Nasihat ini tidak mempan. Ruth akhirnya menggugat cerai setelah sebuah pemukulan brutal terulang lagi.

”Obama Senior mengalami kecelakaan parah. Kedua kakinya harus diamputasi dan diganti dengan kaki palsu dari logam. Obama Senior sangat arogan saat mengemudi, terutama ketika sedang mabuk. Saya tidak heran jika ia kecelakaan,” kata Ochieng.

Ruth menolak berkomentar soal semua itu saat ditanyai di sebuah sekolah di Kenya, tempatnya sekarang mengajar. ”Saya menikah dengan bapaknya Barack Obama selama lebih kurang tujuh tahun, ya, Anda bisa mengatakan Barack Obama adalah anak tiri saya,” kata Ruth.

”Obama Senior orang yang sulit. Meski saya menikah tujuh tahun dengannya, paling lama bertahan dari semua istrinya, namun ia bukan orang yang selalu berada di dekat saya.”



Palestina Belajar Open Source dari Indonesia

Perangkat lunak Indonesia Go Open Source (IGOS) Nusantara 2006 dan Repositori: IGOS-Source diluncurkan bersamaan peresmian Laboratorium Test Bed IGOS di BPPT Jakarta pada pengujung 2006.

Kamis, 13 November 2008 | 18:32 WIB

JAKARTA, KAMIS - Indonesia memberi pelatihan pengembangan perangkat lunak open source kepada negeri yang selalu dilanda konflik, Palestina.

"Negara kita dianggap cukup maju di bidang pengembangan open source, Palestina meminta Indonesia memberi pelatihan mengenai ini dan telah mengirimkan satu delegasinya," kata Staf Ahli Menristek bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Prof Dr Engkos Koswara di Jakarta, Kamis (13/11). Program pelatihan ini, urainya, berlangsung dalam jangka waktu lima tahun sejak 2008 hingga 2012.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementrian Riset dan Teknologi Kemal Prihatman mengatakan, kerjasama pelatihan ini diawali oleh adanya kesepakatan tingkat tinggi (antar kepala negara) agar negara-negara Islam memberi dukungan pada pembangunan di Palestina dalam bentuk apapun.

Kementerian Ristek, lanjut Kemal, kemudian mengajukan program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang Teknologi Informasi, khususnya dalam pengembangan Open Source di mana Palestina menyambut baik tawaran tersebut.

Menurut Kemal, gerakan pengembangan open source di dunia saat ini cukup pesat, khususnya di negara-negara berkembang yang sedang bertekad mengatasi masalah pembajakan di dalam negerinya, sekaligus melepas ketergantungan terhadap perangkat lunak berlisensi (proprietari).

"Migrasi ke open source jelas berdampak pada kemajuan ekonomi suatu negara meski sulit diukur, paling sedikit bisa menghemat devisa negara yang harus dikeluarkan untuk membeli software proprietari bagi kantor-kantor pemerintah," katanya.

Menurut dia, suatu negara sedikitnya harus mengeluarkan biaya perangkat lunak 300 dollar AS untuk setiap personal komputer di kantor-kantor pemerintahan.

"Itu hanya untuk software standar seperti sistem operasi, office dan antivirus, belum termasuk aplikasi lainnya yang harganya mencekik. Hitung saja jika di sebuah negara ada ribuan komputer," katanya.

Selain itu, kata Engkos, dengan menggunakan open source, masyarakat diajarkan untuk menyelami kode-kode yang ada dalam suatu program perangkat lunak lalu belajar memodifikasinya sendiri untuk berbagai fungsi lain.

"Dengan open source, India bisa menyulap negaranya yang sebelumnya sebagai "pembeli" menjadi "penjual". Indonesia ingin seperti itu juga," katanya.(ANT)

WAH

Terbukti! Barack Obama adalah Yahudi

Mayoritas penduduk Indonesia sangat senang ketika mengetahui Barack Obama menjadi presiden Amerika, karena Obama pernah tinggal di Indonesia bahkan ayah tirinya seorang Indonesia. Ann Dunham kemudian menikah dengan Lolo Soetoro. Terlebih para umat muslim garis keras yang anti Yahudi dan Amerika sangat senang terhadap Obama karena mempunyai nama orang Islam.

Tapi Apa benar Obama mempunyai keyakinan Islam? apa benar dia bukan Yahudi? Sengaja kemarin rahasia ini belum diberikan karena Mossad mengawasi isu ini.

Masa ada sih Yahudi Kulit hitam? orang Yahudi kan putih? nah, untuk itu kita belajar sejarah Yahudi. Raja Solomo atau Sulaiman adalah keturunan Daud pendiri Israel setelah Musa, terkenal dengan mempunyai banyak istri, tapi tau ga? istrinya yang terkenal? atau cewe selingkuhannya? tertulis kok di kitab suci Yahudi, Kristen, Islam yaitu Ratu Sheba seorang ratu dari Afrika Ethiopia. Nah dari situ ada keturunannya anak lelaki yang bernama Menelik, itulah asalnya Yahudi kulit hitam yang juga banyak di Indonesia. Mereka sering dikenal dengan Falasha, kalangan Yahudi Hitam Ethiopia atau yang lebih dikenal dengan Falasha. Yahudi hitam ini, yang mempraktekkan Yudaisme, menjadi perhatian dunia tatkala pemerinta Israel menerbangkan mereka untuk pembebasan dari penganiayaan politis di tahun 1976. Sampai dibuat filmnya kok.

Apakah anda sdh paham?, tapi masih ada yang bertanya mana faktanya kalau Barrack Husein Obama adalah Yahudi? sebenarnya hal ini hampir diketahui oleh orang banyak saat Obama masih menjadi calon presiden sampai isu obama dengan bibinya. Saat itu pemberitaan hanya untuk kalangan terbatas Yahudi melalui Associated Press. Barack Hussein Obama, ternyata memiliki keluarga seorang rabbi Yahudi. Namanya Rabbi Capers C. Funnye Jr. yang memimpin jemaat Yahudi Ethiopia di kawasan Taman Marquette, Chicago. Ia merupakan sepupu dari Michele, istri Obama. Kakek Michele dari ayah adalah kakak dari ibu Funnye. Namun Obama selalu merahasiakan itu. Ia tidak pernah menyebutkan soal Funnye selama masa kampanye pemilihan presiden meski banyak orang pada awalnya meragukan komitmen Obama terhadap Israel. Funnye mengatakan ia tidak pernah dilibatkan dalam kampanye Obama. Tapi ia memberikan sumbangan bagi dana kampanye saudara iparnya itu. “Saya sangat senang dan bangga atas apa yang telah mereka raih sejauh ini,” kata rabbi 56 tahun ini kepada the Associated Press. Saat masih kecil, Funnye dan keluarga Michele Obama saling mengunjungi hampir saban bulan. Ibu Funnye dan ayah Michele yang usianya sebaya mempunyai hubungan baik. Mereka tidak pernah bertemu lagi sejak Funnye menghadiri pernikahan Michele pada 1992. Keduanya baru berjumpa lagi sepuluh tahun lalu ketika Funnye bekerja di sebuah organisasi soasial dekat Universitas Chicago, tempat Michele bekerja. Funnye mengaku sempat bertemu Obama sebelum menikah dengan Michele. “Ia sangat perhatian, sedikit kurus, dan amat tulus,” ujarnya. Ia kadang melihat Obama di acara keluarga. Namun kandidat presiden kulit hitam pertama Amerika itu tidak pernah datang ke sinagog Beth Shalom B’nai Zaken yang dipimpin Funnye. Menurut juru bicara Michele, Katie McCormick Lelyveld, Obama tidak mempublikasikan hubungannya dengan Funnye lantaran menghormati rahasia keluarga besarnya. Surat kabar Yahudi, The Forward, yang pertama kali menulis soal itu. “Itu sangat mengejutkan saya,” kata Ira Forman, direktur eksekutif Dewan Demokrat Yahudi Nasional.
Sampai cerita di atas bahwa Barrack Obama keturunan Yahudi masih isu.
Sekarang bagaimana dengan foto - foto ini:



Barrack Obama membawa kalungan bunga dalam Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem, , pada hari Rabu, 23 Juli 2008. Obama dipengaruhi oleh Israel?



Apakah Obama dipengaruhi oleh Israel?
Pertama, Obama memakai Yarmulke, lebai orang Yahudi. Yang kedua, hanya orang Yahudi saja dibenarkan mendampingi Master Jew. Mengapa Obama mendapat keistimewaan begitu? Yang ketiga, Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew. Perbuatan ini dilakukan oleh orang Yahudi untuk menyampaikan pesan rahasia sesama orang Yahudi saja. Mengapa Obama melakukan perbuatan yang dibuat oleh Yahudi ini?
Barrack nama pertama Obama adalah nama Yahudi yang berasal dari ayat “baruch”. Kebanyakan ahli ibadat Yahudi menggunakan nama “baruch”sebagai nama pertama mereka. Bekas perdana menteri Israel iaitu Ehud Barak juga mengambil nama sempena nama “baruch”. Nama kedua Obama juga hampir sama dengan “Ahabah”. Bent Ahabah adalah nama untuk synagogue (satu upacara multilation untuk bayi-bayi Yahudi).
Ketika berusia 10 tahun, Obama pernah ke sekolah sosialis Yahudi atau disebut “kibbutz”. Obama menyatakan bahwa dia hanya menggunakan tandas sekolah itu saja pada waktu itu. Namun ada saksi lain menyatakan bahawa Obama telah menghadiri kelas selama tiga jam di sekolah tersebut. Apakah Obama dirancang dan dilatih untuk menjadi Presiden Amerika ketika berusia 10 tahun lagi?



Obama sedang melakukan ritual Yahudi. Tidak mengherankan bila Obama mendapat sejumlah 77% suara dari pemberi suara Yahudi. Berbanding John Kerry yang hanya mendapat 74% suara daripada pemungutan suara Yahudi pada 2004. Pada tahun 2000, Al Gore paling banyak mendapat suara daripada pemberi suara Yahudi yaitu sejumlah 79%. Obama mendapat banyak suara dari pemilih Yahudi di Connecticut dan Massachusetts. Di Connecticut, 61% Yahudi menyokong Obama. Yahudi mulai suka pada Obama karena banyak kenyataan Obama secara terbuka mendukung Israel.
“My view is that the United States’ special relationship with Israel obligates us to be helpful to them in the search for credible partners with whom they can make peace, while also supporting Israel in defending itself against enemies sworn to its destruction” kata Obama dalam kenyataan medianya pada Haaretz pada 15 Februari 2007.
Sudah menjadi rahasia umum jika Obama memakai sebutan “Bush kulit hitam” dari kalangan Yahudi dan mengatakan Yahudi harus terlihat hitam dan Mossad harus lebih banyak merekrut agen hitam dengan begitu akan muncul wajah baru. Malaikat berbulu srigala.



Gambar: Obama dinasihati oleh Rahm Emanuel, seorang Yahudi Pada November 2008, Rahm Emanuel (seorang Yahudi, anak seorang Israel) baru saaja ditawarkan jabatan oleh Obama menjadi White House Chief Of Staff. Dan lebih mengagetkan lagi bila mentor Obama sendiri iaitu Abner Mikva menyatakan “Obama will be the first Jewish President Of USA” dalam Jerusalem Post pada 5 November 2008.

“Our job is to rebuild the road to real peace and lasting security throughout the region. Our job is to do more than lay out another road map. That effort begins with a clear and strong commitment to the security of Israel: Our strongest ally in the region and its only established democracy. That will always be my starting point.” ucapan Obama ketika berbicara kepada kumpulan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) di Chicago pada 2 Mac 2007.

Osama lebih dahsyat daripada Bush di sekarang disebut “silent killer” mereka sama - sama lobi Yahudi .
Amerika akan terus berjaya.


Ini untuk kalangan terbatas-tdk bermaksud mempengaruhi org untuk pcy/ gak (sekedar info sj)!

(Dari berbagai sumber di internet)

Minggu, 09 November 2008

Ketua Parlemen Iran Nasehati Obama

Teheran, CyberNews. Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan di Teheran, presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama perlu membuat perubahan strategis, seperti dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.


"Jika mereka (para pejabat pemerintah selanjutnya AS) ingin menyingkirkan kebencian terhadap AS yang saat ini ada pada masyarakat di kawasan (Timur Tengah) dan di kancah internasional, mereka harus membuat serangkaian perubahan strategis," kata Larijani.

Ketika mengulangi pernyataan yang dikeluarkannya pada Sabtu pagi, Larijani mengatakan Obama harus lebih teliti dalam mengkaji situasi regional dan mempertimbangkan-kembali kebijakan keliru AS di kawasan Timur Tengah. Larijani juga mengatakan pada Sabtu ucapan Obama mengenai masalah nuklir Iran tak dapat diterima.

"Ini adalah kebijakan keliru yang sama dengan mereka (orang Barat) pada waktu lalu," kata Larijani. Ia menambahkan, "Obama harus mengirim sinyal yang benar mengenai perubahan kepada rakyat di kawasan tersebut."

Saat berbicara pada taklimat pertamanya di Chicago sejak terpilih 4 November, Obama mengatakan pengembangan senjata nuklir Iran tak dapat diterima. Amerika Serikat dan sekutunya telah menuduh Iran berusaha membuat senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil. Iran membantah tuduhan tersebut dan berkeras program nuklirnya semata-mata bertujuan damai.


Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengirim surat ucapan selamat kepada Obama menyusul kemenangan bersejarahnya atas calon dari partai Republik John McCain pada Selasa. Obama mengkonfirmasi bahwa ia telah menerima surat dari Presiden Iran dan mengatakan bahwa "Saya tahu mengenai surat itu. Saya akan mengkaji surat dari Presiden Ahmadinejad tersebut dan kami akan menjawab secara layak".

(Ant /CN05)

Rabu, 05 November 2008

Obama Menang, McCain Mengaku Kalah

05/11/2008 12:32 - Pemilu AS
Liputan6.com, Jakarta: Barack Obama memenangi electoral vote atau pemungutan suara untuk memilih anggota Senat. Hasil penghitungan Pemilu Amerika Serikat hingga Rabu (5/11) siang memperlihatkan, Obama mengumpulkan 338 suara dari sedikitnya 23 negara bagian. Sedangkan rivalnya dari Partai Republik John McCain hanya mengumpulkan 154 suara yang berasal sedikitnya dari 15 negara bagian.

Atas kemenangan itu, McCain dalam pidato di hadapan pendukungnya di Phoenix, Arizona, mengaku sudah menelpon Obama dan mengucapkan selamat. Sedangkan kepada pendukungnya McCain menyerukan untuk bekerja sama dengan Obama untuk membangun AS.

Di tempat berbeda, Grant Park, Chicago, Obama menyampaikan pidato kemenangan di hadapan ratusan ribu pendukungnya. Obama adalah Presiden AS berkulit hitam pertama dan ia menjadi salah satu Presiden AS termuda. Saat ini Obama berusia 47 tahun.

Sementara itu, kemenangan Obama juga membuat gembira Effendi, mantan guru Sekolah Dasar Negeri Menteng 01, Jakarta Pusat, sekolah Obama saat ia menetap di Indonesia. Effendi mengenal Obama sebagai Barry Sutoro. Nama terakhir diambil dari nama ayah tiri Obama yang warga negara Indonesia.

Memiliki murid yang kini menjadi Presiden negara adidaya tentu membuat Effendi bangga. Sebagai bekas gurunya, Effendi tentu berharap Obama bisa meraih apa y

Senin, 03 November 2008

Obama Akan Menang Telak

Senin, 03 Nopember 2008 11:16 KB News

Obama Akan Jadi Capres Demokrat Yang Menang Telak Setelah 1976Washington, Barack Obama akan memenangi mayoritas suara dalam pemilihan presiden (pilpres) AS 4 November 2008. Senator Illinois itu akan menjadi capres Partai Demokrat pertama yang menang telak sejak tahun 1976.

Demikian menurut hasil polling menjelang pilpres yang dilakukan lembaga Pew Research Center seperti dilansir Straits Times, Senin (3/11/2008).

Menurut hasil polling Pew, Obama unggul dengan meraih 52 persen suara. Sedangkan rivalnya, John McCain mendapatkan 46 persen suara. Pew memprediksi, McCain akan meraih kemenangan tipis dibanding Obama di kalangan pemilih yang hingga kini belum menentukan pilihan (undecided voters).

Namun jika undecided voters tidak diikutsertakan, kemenangan Obama dalam polling Pew hanya selisih sedikit dibanding McCain, yakni 49 persen berbanding 42 persen.

Polling Pew tersebut melibatkan 2.587 calon pemilih yang diwawancara melalui telepon.

Polling terakhir Pew menjelang pemilihan pada tahun 2004, dengan tepat memprediksi bahwa George W Bush akan mengalahkan John Kerry dengan 51 persen berbanding 48 persen. Saat itu proyeksi Pew mengenai jumlah suara undecided voters juga benar.

Polling lainnya oleh Gallup juga memberikan kemenangan bagi Obama. Dalam polling terbaru Gallup, Obama menang dengan 52 persen suara sedangkan McCain meraih 43 persen suara. (kilasberita.com/amz/dtc)

Menanti Hasil Pilpres AS


Iklan Sponsor: Your Text Ad Here! Please Contact iklan [at] kilasberita.com!
E-mail Print PDF

Siapakah Pengganti Bush?Washington, Semua mata mengarah ke pilpres AS, Selasa 4 November 2008 waktu setempat. Setidaknya 130 juta warga AS diperkirakan akan menggunakan hak suara mereka untuk memilih pengganti Presiden George W. Bush.

Tempat-tempat pemungutan suara yang pertama akan ditutup adalah Indiana dan Kentucky pada Selasa, pukul 18.00 waktu setempat. Pemungutan suara kemudian berakhir dalam enam jam kemudian di 48 negara bagian lainnya.

Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (4/11/2008).

Barack Obama, capres Partai Demokrat, jika menang akan menjadi presiden kulit hitam pertama AS. Hasil berbagai polling menunjukkan politikus berusia 47 tahun itu unggul atas rivalnya, John McCain.

Jika McCain menang, capres Partai Republik berumur 72 tahun itu akan menjadi presiden tertua AS yang memulai jabatannya di Gedung Putih. Dan wakilnya, Sarah Palin akan menjadi wapres wanita pertama di AS.

McCain yang menjadi underdog, tetap yakin akan peluangnya untuk menang. "Mereka mungkin tidak tahu, tapi Mac telah kembali. Kita akan memenangi pemilihan ini," seru Senator Arizona itu dalam kampanye di Roswell, New Mexico.

Obama pun optimistis akan kemenangannya. Dalam kampanye terakhirnya di Manassas, Virginia, Obama lagi-lagi menuding McCain sebagai kelanjutan kebijakan Bush. "Jika menyangkut perekonomian, kenyataannya adalah John McCain berada di belakang Presiden Bush setiap saat," cetus Obama.

Virginia merupakan negara bagian yang belum pernah dimenangi oleh Demokrat sejak pilpres 1964. Namun dalam pilpres tahun ini, Obama unggul atas McCain. (kilasberita.com/amz/dtc)