Senin, 03 November 2008

Maluku Utara Memanas Lagi


Iklan Sponsor: Your Text Ad Here! Please Contact iklan [at] kilasberita.com!
E-mail Print PDF

Massa Minta SBY Cabut KeppresTernate, Setelah diguncang 3 ledakan bom dini hari tadi, situasi di Maluku Utara kembali memanas. Kali ini akibat ratusan massa pendukung calon Gubernur Abdul Gafur-AR Fabanyo terlibat kericuhan dengan polisi.

Massa Abdul Gafur-AR Fabanyo ricuh dengan polisi setelah mencoba menduduki kantor Gubernur Maluku Utara di Jl Pahlawan Revolusi, Ternate Maluku Utara, Senin (3/11/2008).

Massa Abdul Ghafur menuntut kepada presiden SBY untuk membatalkan Keppres pelantikan gubenur Maluku Utara pasangan Thaib Armaiyn-Abdul Gani Kasuba. Pada aksi kali ini masa juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan, "SBY lengah keluarkan keppres," "rakyat Maluku Utara menolak Thaib Armaiyn-Abdul Gani Kasuba sebagai gubernur."

Pantauan, massa yang melakukan aksi sejak pukul 11.00 WIT, mulai terlibat kericuhan dengan aparat Kepolisian pada pukul 12.00 WIT. Pada kericuhan tersebut masa juga sempat membakar bendera Partai Demokrat.

Selain itu masa juga sempat menghajar seseorang yang berada di tengah-tengah mereka yang diduga sebagai pendukung Thayib Armain. Pada peristiwa tersebut Kapolres Ternate, AKBP Ahmad Mahendra sempat terjatuh karena didorong massa, saat hendak mengamankan orang yang tengah dikejar masa.

Massa saat ini masih melakukan aksi di depan kantor Gubernur Maluku Utara dan mereka mengancam akan tetap berada di tempat tersebut hingga sore. (kilasberita.com/amz/dtc)

Pangeran Charles Puji Demokrasi di Indonesia


Iklan Sponsor: Your Text Ad Here! Please Contact iklan [at] kilasberita.com!
E-mail Print PDF

Pangeran Charles Kagumi IslamJakarta, Pangeran Charles memuji Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia terkait dengan peran Indonesia dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi selama ini.

"19 Tahun sudah berlalu sejak saya mengunjungi negara Anda. Dan ketika saya memasuki ulang tahun saya ke-60 minggu depan, saya melihat perubahan luar biasa yang terjadi selama 60 tahun sejak kemerdekaan, di mana Indonesia telah mendapatkan tempat di arena internasional sebagai negera demokrasi ke-3 terbesar di dunia," papar Pangeran charles.

Hal ini disampaikan dia saat memberikan sambutan dalam kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2008).

Pangeran Charles sebelumnya tiba di Istana Merdeka pukul 10.20 WIB. Dia mengenakan stelan jas warna coklat.

Prince of Wales ini bernostalgia saat tahun 1989 silam berkunjung ke Indonesia. Waktu itu, Pangeran Charles sedang berbincang-bincang dengan mantan Menneg LH Emil Salim yang membicarakan soal perubahan iklim serta ancaman perubahan iklim itu terhadap lingkungan hidup. Mereka sepakat diperlukan perhatian yang sesegera mungkin untuk mengatasi dampak perubahan iklim itu.

Pangeran Charles juga menyatakan kekaguman terhadap Islam. Dia mengatakan meskipun bukan muslim tetapi dia mempelajari banyak tentang Islam.

"Dua tahun lalu, saya mendapat kehormatan sebagai orang nonmuslim pertama yang menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Al Azhar Cairo," ujarnya. (kilasberita.com/amz/dtc)

Keluarga Ajukan PK, Amrozi cs Minta Maaf



Senin, 03 Nopember 2008 13:19 KB News

Amrozi cs Minta Maaf Untuk Korban Bom BaliDenpasar, Keluarga Amrozi Cs mengajukan PK ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Mereka berharap, hukuman ketiga terpidana mati kasus bom Bali I itu bisa diringankan. Amrozi cs juga menitipkan pesan yang isinya mereka meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan bom Bali.

Hal tersebut disampaikan Jafar Shodiq, wakil dari keluarga Amrozi dan Muklas, di PN Denpasar, Jl Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (3/11/2008). Sedangkan keluarga Imam Samudra yang menyampaikan PK adalah Lulu Djamaluddin. Namun Lulu tidak hadir dan menitipkan PK yang diajukannya kepada Jafar Shodiq.

"Kami atas nama keluarga sudah mengajukkan PK untuk Muklas, Amrozi dan Imam. Ini adalah suatu cara hukum untuk meringankan hukuman," ujar Jafar.

Dalam kesempatan itu Jafar juga sempat mengungkapkan perasaannya mengenai rencana eksekusi mati terhadap kedua adiknya. Menurut Jafar, sebagai manusia, dirinya tentu merasa sedih.

"Masalah kematian kami tidak permasalahkan mati dalam keadaan apa pun. Tapi yang namanya manusia, jika punya masalah kecil saja susah, apalagi sebesar ini. Tidak bisa ditutupi kalau saya tidak dikatakan susah," ujar Jafar.

Karena itu, sambung Jafar, dirinya berharap PK yang diajukan pihak keluarga ini menghasilkan sesuatu yang baik bagi mereka. Jafar yakin, pihak Kejaksaan masih memiliki naluri yang murni

"Karena kaitannya dengan jiwa, saya yakin (eksekusi) perlu dipertimbangkan," ungkap Jafar.

Jafar juga kembali mengatakan, bahwa Amrozi Cs menyampaikan salam dan permintaan maaf kepada masyarakat.

"Yang jelas mereka minta kepada saya dan atas nama keluarga , sampaikan salam kepada siapa saja. Minta maaf kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Mohon maaf, jika selama ini Amrozi sudah menyakiti warga Bali dan seluruh bangsa," tutur Jafar.

Kedatangan Jafar di PN Denpasar didampingi anggota TPM Imam Asmara Hakim. PK yang diajukan Jafar diterima oleh Sekretaris Panitera PN Denpasar I Gusti Ngurah Arya Winarya.

"PK ini akan kita sampaikan ke MA. Sebab MA yang berwenang memutuskannya," ujar Winarya. (kilasberita.com/amz/dtc)

Amrozi cs Dieksekusi Awal November di Nusakambangan


Amrozi cs

Amrozi cs

Jakarta, Akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan waktu pelaksanaan eksekusi bagi terpidana mati Amrozi Cs. Namun, belum ditentukan kapan tanggal pasti pelaksanaan eksekusi itu.

"Rencana eksekusi akan dilaksanakan pada awal bulan November," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Jasman Panjaitan, di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2008).

Sayangnya Jasman tidak memberikan waktu tanya jawab bagi para wartawan untuk bertanya lebih lanjut dalam sesi tanya jawab seputar eksekusi Amrozi.

"Upaya hukum atas tindak pidana terorisme Amrozi Cs dan kawannya baik secara formil dan materiil sudah terpenuhi," tandas Jasman.

Tempatnya pun telah ditentukan yakni di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Itu berdasarkan surat Menkum HAM," Ujar Jasman Panjaitan di Kejagung.

Dia melanjutkan surat itu tertanggal 16 Mei 2008. Memang waktu yang masih biasa ini sempat membuat para jurnalis kecewa. Apalagi tidak diberikan kesempatan tanya jawab.

Jasman langsung berlalu, walau pertanyaan kemudian dilontarkan pada dia. "Demikian yang bisa kami sampaikan," ucapnya. (kilasberita.com/amz/dtc)

Syekh Puji Suka Nikah Dini Hari


Syekh Puji Akui Menikahi Ulfa





Syekh Puji Akui Menikahi Ulfa

Semarang, Setelah sebelumnya sempat menyangkal, Syekh Pujiono akhirnya buka-bukaan mengaku telah menikahi Lutfiana Ulfa (12) secara agama. Sejoli ini bersanding di pelaminan pada 8 Agustus 2008 pukul 03.03 WIB. Ribuan orang pun menyaksikan pernikahan yang belakangan menuai kontroversi ini.
"Saya memang sudah menikah tetapi secara agama. Itu namanya bukan siri. Kalau siri kan artinya rahasia. Saya nikah secara terbuka, jadi bukan siri. Nikahnya tanggal 8 Agustus 2008 pukul 03.03 dini hari, dingin-dingin," papar Syekh Puji.


Hal ini disampaikan dia di kediamannya, Jalan Raya Yogyakarta-Semarang, Semarang, Jumat (24/10/2008).

Kenapa mengambil waktu itu? "Itu waktu yang mustajab untuk doa," sahutnya.

Syekh Puji mengaku pernikahannya dihadiri ribuan orang antara lain santri, karyawan, Pak RT, dan Pak Lurah. "Saya nikah di depan rumah ini, terbuka, langsung berhubungan langit," ujarnya.

Pria yang membagikan zakat Rp 1,3 miliar ini mengaku mengantongi izin dari orangtua sang istri. "Saya dekati orangtuanya, orangtuanya mengizinkan, dan orangtuanya kan konsultasi sama anaknya. Anaknya mau, ya sudah nikah. Melanggar apa, mana wong ada dasarnya. Ini ada di buku ini," beber pria brewokan ini sambil menunjukan buku berjudul "Aisyah saja nikah muda" karangan Ummu Aisyah.

Apa sudah 'kumpul' dengan istri kedua? "Rahasia. Saya tahu agama. saya tidak bodoh. kalau belum menstruasi, ya tidak saya saya gauli," kata Syekh Puji sambil tersenyum.

Pada Kamis kemarin, Pujiono mengaku pernikahan dengan Ulfa belum terjadi. Yang ada Ulfa hanyalah kandidat istri kedua. Namun hari ini Pujiono mengaku sebaliknya.

Menikah di pagi buta berselimut udara dingin menjadi waktu favorit bagi Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji untuk bersanding dengan belahan jiwanya. Syekh Puji ternyata menikahi istri pertamanya, Hj Umi Hani (26) pada pukul 02.53 WIB.

"Kalau istri pertama pukul 02.53 WIB. Itu juga waktu mustajab di sini," kata Pujiono dalam jumpa pers dengan wartawan di kediamannya, Jalan Raya Yogyakarta-Semarang, Semarang, Jumat (24/10/2008).

Sayangnya, Pujiono enggan membocorkan tanggal pernikahannya dengan Hani.

Pria brewokan ini sebelumnya mengaku menikahi istri kedua, Lutfiana Ulfa (12), secara agama. Sejoli ini bersanding di pelaminan pada 8 Agustus 2008 pukul 03.03 WIB.

Tidak hanya itu, Pujiono pun telah mengincar 2 kandidat lain untuk dijadikan istrinya. "Siapa orangnya rahasia. Mereka sedang dalam proses," cetusnya sambil tersenyum.

Sejumlah pihak menuding Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji melanggar sejumlah UU dengan menikahi bocah 12 tahun, Lutfiana Ulfa. Namun pria 43 tahun itu mengaku tidak takut dituntut siapapun.

"Kalau Komnas HAM atau Kak Seto atau lembaga-lembaga apa mau tuntut, nggak takut saya," katanya saat jumpa pers di Pondok Pesantren Miftahul Jannah miliknya di Jalan Raya Yogyakarta-Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2008).

"Lha wong sama harimau saja saya nggak takut kok," lanjutnya sambil tertawa.

Pujiono yang sebelumnya membuat heboh dengan mengeluarkan zakat Rp 1,3 miliar mengaku menikahi Ulfa pada 8 Agustus 2008 pukul 03.03 wiB. Kasus ini menghebohkan karena Ulfa masih berumur 12 tahun.

Pujiono tetap ngotot keputusannya menikahi Ulfa tidak ada yang salah. Sebab pernikahan itu berlangsung tanpa paksaan dan sama-sama mau. (kilasberita.com/amz/dtc)