Kamis, 22 Januari 2009


بسم الله الرحمن الرحيم

انا اريد جهاد فى فلسطين


ياالله ياربي.........انت العزيز ....انت القوي

لاحول ولاقوة الا با الله العظيم

الله اكبر .....
الله اكبر.....الله اكبر

لاتحزنويا اخواتي.......
فى فلسطين

عيش عزيزا او مت شهيدا و كريما..........
الله غيا تنا !!ا





Rabu, 21 Januari 2009

JANJI OBAMA KEPADA DUNIA

Presiden AS ke-44 Barack Hussein Obama, dalam pidato setelah pengambilan sumpahnya oleh Hakim Agung John Roberts di Capitol Hill, menyatakan akan memimpin AS dengan tidak membuat rancu persoalan keamanan dengan prinsip-prinsip AS yang mematuhi aturan hukum dan hak asasi manusia.

“Prinsip-prinsip itu tetap meliputi dunia dan kita tidak akan menyerahkannya demi keuntungan (bisnis) semata,” kata Obama.

Obama memesankan hal itu tidak hanya pada bangsanya, namun juga kepada seluruh warga dunia, dari kota-kota besar seluruh dunia sampai desa kecil dimana ayahnya dilahirkan di Kenya.

“(Mereka) tahu bahwa Amerika adalah teman semua bangsa dan semua pria, wanita dan anak-anak yang berupaya menggapai masa depan perdamaian dan martabatanya. Kita siap memimpin dunia sekali lagi,” katanya.

Dia berujar, generasi Amerika lalu telah menghadapi bahaya fasisme dan komunisme, namun untuk menghadapi itu mereka tidak hanya menggelar rudal dan tank, namun juga dengan membangun aliansi yang kuat dan sanksi yang kekal.

“Mereka (generasi AS sebelumnya) mengerti bahwa kekuatan kami sendiri tidak dapat melindungi kami, tidak pula bisa mengantarkan kami pada apa yang kami inginkan. Sebaliknya, mereka tahu bahwa kekuatan kami berkembang lewat penggunaan kekuatan secara hati-hati; teladan dan watak rendah hati serta pengendalian diri kami,” katanya.

Dipandu oleh prinsip-prinsip itu, demikian Obama, Amerika bisa mengatasi ancaman-ancaman baru yang menuntut upaya, kerjasama dan pemahaman antar bangsa yang lebih besar.

“Kami akan mulai secara bertanggungjawab menyerahkan Irak pada rakyatnya dan menempa perdamaian yang sulit dicapai di Afghanistan. Dengan para sahabat dan mantan musuh, kami akan bekerja tanpa lelah guna mengurangi ancaman nuklir dan mengendalikan hantu planet yang memanas,” ujarnya.

Obama menandaskan, AS tidak perlu merasa bersalah atas gaya hidup atau caranya mempertahankan diri. Pesan ini ditujukan pada kekuatan manapun yang menggunakan cara-cara teror dan membantai orang-orang tak berdosa demi tujuan politiknya.

“Kami katakan padamu bahwa semangat kami lebih kuat dan tidak bisa dipatahkan, kalian tak bisa menghabisi kami dan kami akan mengalahkan kalian,” tandas Obama.

Presiden baru AS ini menyatakan, Amerika adalah bangsa kuat yang ditempa oleh pengalaman buruk semasa perang saudara dan diperkaya aneka bahasa dan budaya sehingga harusnya AS belajar menciptakan perdamaian untuk kemudian memainkan peran sebagai pembawa era baru penuh perdamaian.

“Kepada dunia Muslim kami mengupayakan jalan baru yang lebih maju berdasarkan kepentingan bersama dan saling pengertian,” kata Obama.

Sebaliknya, kepada para pemimpin dunia yang menanam konflik atau menyalahkan kemunduran bangsanya kepada Barat, Obama berkata, “ketahuilahlah rakyat anda akan menilai anda dari apa yang anda bangun, bukan dari apa yang anda hancurkan.”

Obama juga mengingatkan para penguasa yang korup sebagai kalangan yang berada di sisi gelap sejarah, namun AS siap membantu mereka jika mereka mau meninggalkan prilaku korup itu.

Dia juga menjanjikan bantuan penuh kepada negara-negara miskin dan tidak akan membiarkan kesenjangan sosial terlalu lebar serta berperan dengan bagian dunia lainnya dalam menjaga kualitas lingkungan.

“Kepada bangsa-bangsa yang menikmati (kekayaan) relatif banyak seperti yang kami (AS) nikmati, kami katakan tidak boleh lagi masa bodoh terhadap nasih buruk yang terjadi di luar perbatasan kami. Kami juga tidak boleh mengkonsumsi sumber daya dunia tanpa memperhatikan dampaknya. Untuk dunia yang berubah, kita mesti berubah.” (Antara News/id/toeb), Posting 21/1/2009 (Kominfo-Newsroom).www.depkominfo.go.id.

Minggu, 18 Januari 2009

AKU INGIN MENJADI


Jika Aku Menjadi.....

Mujahid sejati, lukaku dan darahku yang membasahi bumi Suci ini akan menjadi saksi di akhirat nanti....

Jika aku menjadi.....
seorang tentara Israel,,
Pastilah hatiku ini takkan sampai hati membunuh bayi sekecil ini..




Jika aku menjadi.....
seorang tentara Israel, Tak perlu aku melukis tembok dengan darah............
atau menyakiti anak-anak yang tak berdosa seperti ini...



membiarkan terjadi pertumpahan darah dimana-mana...
dan membiarkan mereka menangis ketakutan...
sendirian...
ditengah orang-orang yang tidak dia kenal..
kehilangan ayah, ibu... serta saudara..




ya Allah...
seandainya saja tentara Israel punya hati nurani...
tapi memang hati mereka tlah membatu...
sehingga tak memiliki nurani...

namun aku yakin,,
suatu hari nanti akan sampailah saat itu...
Dimana semua darah dan air mata itu akan kau ganti
dengan janji Mu ya Allah...

Dari Abu Hurairah bahwa Raslullah Saw bersabda : “ Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum Muslimin berperang dengan Yahudi, maka kaum Muslimin berhasil membunuh mereka sehingga Yahudi bersembunyi di balik pohon dan batu. Lalu batu atau pohon itu berkata : Wahai Muslim.. Wahai Abdullah… ini Yahudi sembunyi di belakangku, maka segera bunuh dia, kecuali gharqad karena ia adalah dari pohon Yahudi." (H.R. Muslim).

ZIONIS YAHUDI !! FUCK YOU ISRAEL

Kesombongan Yahudi

Banyak kesombongan yang dilakukan oleh kaum terlaknat ini, menuduh Allah dengan tuduhan yang tidak pantas. Mereka menyatakan bahwa Allah itu terbelenggu dan fakir. Allah menginformasikan dalam Al Qur’an tentang tuduhan mereka itu, “Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu..”(QS. Al Maidah (5) : 64). Di ayat lain Allah menegaskan, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya". (QS. Ali Imron (3) : 181).

Dalam keyakinan tentang ketuhanan pun mereka memfitnah dan menuduh Allah dengan keji. Mereka menuduh bahwa Uzair adalah anak-Nya, padahal Dia suci dari tuduhan itu. “Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu” (QS. At Taubah (9) : 30).

Mereka pun bersikap sinis dan congkak terhadap para pembawa risalah Allah. Selain durhaka, membunuh para Nabi dan menghalangi orang-orang yang mengibadahi Tuhannya, adalah sikap yang mereka lakukan. Allah SWT berkalam dalam Al Qur’an mulia lagi dimuliakan, “Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." (QS. Al Maidah (5) : 24). Di ayat lain dinyatakan, “Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (QS. Al Baqarah (2) : 61)



Yahudi tidak henti-hentinya berbuat kerusakan. Mereka pun membunuh bayi-bayi yang tak berdosa, memperkosa dan melecehkan kehormatan muslimah, dan menghinakan manusia lain yang tidak bersalah, seperti yang kita saksikan dan dirasakan oleh saudara-saudara muslim di Palestina. Tidak cukup disitu, bangsa yang dilaknat inipun, merusak syi’ar-syi’ar Agama Allah dan menodai kesucian Masjid Al Aqsha, kiblat pertama umat Islam.

Banyak lagi kecongkakan mereka dengan berbagai alasan, yang diabadikan Al Qur’an. Diantara sekian banyak alasan itu, mereka menyatakan bahwa mereka tidak akan masuk neraka kecuali hanya beberapa hari yang telah ditentukan saja. Allah menegaskan, “Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?". (QS. Al Baqarah (2) : 80).

ISRAEL GO OUT GAZA